Rabu, 25 November 2015

Waktu

Dia datang hanya sekali
hanya menatap ke depan dan tak akan kembali
bersamanya kebahagiaan dan kesedihan saling berdampingan
tawa dan tangis saling beriring
Dia yang tak bisa tergenggam
Dia pedang bermata dua
Dia selalu hadir disisi kita
dan akan pergi ketika nadi telah terhenti
Dia yang lebih berharga dari semua permata di dunia ini
Dia yang hadir seperti udara yang kita hirup
Dia yang begitu di inginkan setiap orang
Namun dia pula yang tak dihargai ketika ada

Sabtu, 28 Maret 2015

penjahat hebat

kau sungguh pahlawan, penuh dengan kebohongan
melakukan kebejatan, berkedok kebenaran
hari ini akan kubuktikan, bagaimana tugas kau emban
sebagai pemimpin jahanam, penuh dosa terpendam
keluarlah kau dari kejayaan, berlindung dalam kemewahan
berkelit dari hukuman, hidupmu penuh kebatilan
wahai wakil rakyat, kau buat kamu melarat
hidup kian sekarat, karena kau sesat
wahai pemimpin baru, kemana janjimu dulu?
tak terwujud walau satu
kini kami marah, karna kau langgar sumpah
pemimpin tak amanah, leih baik kau musnah!!!

kamu

malam malam ku berdoa dalam sujudku
selalu teringat dirimu
kenangan yang hanya sesaat
yang hantui tiap lelapku
sadarkanku dengan derai air mata
kau merasuk dalam sanubariku
awalnya hanya seseorang yang ku kenal
namun kini melekat bagai kulit keduaku
menyisakan kepedihan terpendam
dibalik canda tawa,
ketika kau tinggalkan

lepas

munginkah kesendirian adalah hal yang terbaik?
ketenangan itu hanya mengiringi kesepian
ataukah itu hanya pelariandari realita yang ada?
pelarian dari tekanan yang kian besar
apakah ada alasan yang bisa membuat seseorang berhenti mencintai
rela terluka dan kecewa berulang kali
merelakan sang pujaan pergi dengan kekasih hatinya
adakah alasan untuk meyakini
aku ingin hati dan jiwaku meyakini itu
melepas cinta yang lama tersimpan
meski kutahu cinta tak akan hilang
karena kenangan tetap membekas
mengisi celah dalam hati
dan melekat hingga mati