Dia datang hanya sekali
hanya menatap ke depan dan tak akan kembali
bersamanya kebahagiaan dan kesedihan saling berdampingan
tawa dan tangis saling beriring
Dia yang tak bisa tergenggam
Dia pedang bermata dua
Dia selalu hadir disisi kita
dan akan pergi ketika nadi telah terhenti
Dia yang lebih berharga dari semua permata di dunia ini
Dia yang hadir seperti udara yang kita hirup
Dia yang begitu di inginkan setiap orang
Namun dia pula yang tak dihargai ketika ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar